GemilangNews,MAGELANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyempatkan diri untuk melihat hasil revitalisasi satuan pendidikan melalui Program Hari Tunas Cita (PHTC) Presiden di daerah, salah satunya di Kabupaten Magelang. Dalam program ini sebanyak 61 satuan pendidikan dari berbagai jenjang di Kabupaten Magelang telah menjadisasaran penerima manfaat. Revitalisasi itu dilakukan mulai dari renovasi bangunan hingga penyediaan sarana prasarana.
“Saya ingin melihat langsung. Ini penting agar kita tahu dampaknya di lapangan. Revitalisasi yang dilakukan ini mencakup berbagai aspek. Mulai dari renovasi bangunan hingga penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi. Namun program ini bukan sekadar proyek infrastruktur. ” ujarnya di SDN 2 Borobudur Sabtu (18/4).
Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek. Mulai dari renovasi bangunan hingga penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi. Namun, dia menegaskan, program ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Arah kebijakan pendidikan saat ini menurutnya menempatkan kualitas pembelajaran sebagai inti dari transformasi. Fasilitas seperti Interactive Flat Panel (IFP) hanya menjadi alat. Sementara substansi utamanya adalah metode pembelajaran dan pembentukan karakter.
” Pendekatan ini sejalan dengan dorongan penerapan deep learning dalam pembelajaran, yang menekankan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan. Perangkat itu penting, tapi yang utama adalah bagaimana pembelajaran berjalan dan karakter siswa terbentuk,” katanya.
Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah mengalami lonjakan signifikan dalam skala nasional. Dari target awal 11.400 satuan pendidikan, kini diperluas menjadi 60.000 sekolah atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
” Perluasan ini membuka peluang lebih besar bagi daerah, termasuk Kabupaten Magelang, untuk mendapatkan tambahan bantuan di tahun-tahun berikutnya. Kalau tahun ini 61 sekolah, tahun depan bisa meningkat, minimal dua kali lipat,” paparnya.
Sebelumnya, Pemkab Magelang telah menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp 54,4 miliar pada 2025 untuk 60 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMK. Selain itu, ratusan perangkat digital juga telah disalurkan untuk mendukung pembelajaran.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai, program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
“Ini bukan hanya membangun sekolah secara fisik, tetapi memperkuat kualitas pendidikan secara menyeluruh,” kata Grengseng.(*)