GemilangNews,MAGELANG – Kondisi ekonomi nasional saat ini sedang kurang baik, ditandai dengan Non-Performing Loan (NPL) di tingkat nasional sudah mencapai 13 persen dan Jawa Tengah bahkan menembus 19 persen. Namun, Bank Bapas 69 masih di kisaran 5 persen yang masih disebutnya sesuai ketentuan.
Atas dasar itu, Bank Bapas 69 pada ulang tahun ke 57 pada 9 September nanti, mengambil tema “Tumbuh Sehat, Manfaat dan Berkelanjutan” untuk menegaskan dan memperkuat peran sebagai bank milik pemerintah daerah yang tidak sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi tetap berputar di tengah masyarakat.
Meskipun situasi ekonomi nasional dan regional saat ini masih belum stabil, perekonomian di Kabupaten Magelang masih tertolong dengan upaya membelanjakan kebutuhan di lingkungan sendiri.
Direktur Utama Bank Bapas 69, Rohmad Widodo menjelaskan program “Blonjo Warung Tonggo” yang telah diluncurkan Pemerintah Kabupaten Magelang pada Mei 2026 lalu, bisa menyelamatkan UMKM karena terbukti penggunanya terus meningkat.
“Sampai saat ini sudah ada 1.082 penginstal QRIS. Besok 27 September akan kami launching secara besar-besaran. Jika dulu pemilik usaha yang mendaftar, sekarang dari sebaliknya, ASN yang mendaftarkan warung-warung tetangga tempatnya belanja, sehingga semakin memudahkan belanja. Dengan demikian, uang kembali berputar di lingkungan masyarakat,” jelas Rohmad Widodo, dalam bicang dengan wartawan, Jumat (4/9/2016).
Didampingi segenap direktur, Rohmad mengungkapkan, Bank Bapas 69 terus melakukan transformasi digital guna mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui STUPA (Sarana Transaksi Untuk Pembayaran Alternatif), sebagai bagian dari pengembangan layanan pembayaran digital yang memanfaatkan teknologi QRIS.
STUPA dihadirkan untuk memberikan kemudahan transaksi sekaligus mendorong digitalisasi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Melalui pemanfaatan pembayaran digital, Bank Bapas 69 berupaya memperluas akses layanan keuangan sekaligus membantu pelaku usaha beradaptasi dengan ekosistem ekonomi digital.
Dengan semangat “Blonjo Warung Tonggo”, imbuhnya, transaksi sederhana di lingkungan sekitar diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, karena perputaran uang tetap berada dan tumbuh di tengah masyarakat.
Rohmad Widodo mengatakan, di momentum hari jadi yang jatuh pada 9 September ini pihaknya mengangkat tema “Tumbuh Sehat, Manfaat dan Berkelanjutan”. Tema ini menjadi refleksi perjalanan sekaligus arah strategis Bank Bapas 69 ke depan.
“Pertumbuhan dimaknai tidak hanya dari sisi ekspansi bisnis, tetapi juga dibangun di atas fundamental yang sehat, tata kelola yang baik, manajemen risiko, serta prinsip kehati-hatian,” katanya.
Dia menuturkan, sejak berdiri pada tahun 1969, Bank Bapas 69 tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga hadir dan membawa manfaat bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Magelang serta pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. “Kami terus mendorong akses permodalan yang inklusif, sehingga masyarakat dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” lanjut Rohmad
Pada momen HUT ke-57 ini, sejumlah kegiatan digelar. Seperti ziarah ke makam mantan Dirut Bapas, lomba UMKM dan lomba mewarnai serta lomba kebersihan kantor dan kampanye anti-fraud, pada 9 September upacara HUT, dan malamnya ada kegiatan mujahadah serta doa bersama.
“Untuk lomba-lomba ini sudah berjalan sejak Agustus lalu,” katanya.
Selain itu, pada 26 September akan digelar layar tancap film Srimulat di Desa Pancuranmas, dan puncaknya pada 27 September ada undian tabungan dan kredit berhadiah di Desa Pancuranmas, Secang.(Dw)