GemilangNews,MAGELANG – Paradigma baru dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan saat ini, diarahkan dengan menggunakan prinsip mendukung dan mendorong swadaya, kemandirian dan pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Magelang memiliki banyak potensi wisata dan beragam, seperti, wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner serta desa wisata.

Dengan banyaknya objek wisata tersebut, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap lamanya tinggal dan menginap bagi wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Magelang. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong bagi para pelaku ekonomi kreatif, utamanya usaha homestay / pondok wisata, agar dapat berkembang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga (Disparpora) saat membacakan sambutan Bupati Magelang, Zaenal Arifin saat membuka kegiatan Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay Atau Pondok Wisata di Grand Artos Hotel, 14 Agustus 2023.

” Berbicara pariwisata, homestay menjadi salah satu┬áproduk usaha pariwisata yang dalam pengelolaannya dilakukan langsung oleh masyarakat. Dan homestay mempunyai fungsi sebagai akomodasi, bagi wisatawan, untuk melihat, menikmati, berbagai seni budaya serta kearifan lokal kehidupan masyarakat di desa,” katanya

Disampaikan Mulyanto, pelatihan tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan pengalaman bagi pengelola homestay di Kabupaten Magelang agar lebih unggul dan memiliki daya saing.

” harapan kami kepada pengelola homestay, agar kemajuan teknologi yang perkembangan saat ini, harus bisa memanfaatkan sebagai sarana promosi, dengan menampilkan citra yang baik dan menarik, dalam bingkai seni dan budaya,” lanjutnya.

Sementara Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Magelang, Edward Alfian mengatakan hingga saat ini, belum diketahui betul jumlah homestay di Kabupaten Magelang. Sebab belum terfasilitasi sepenuhnya. Untuk itu pelatihan terkait pengelolaan usaha homestay atau pondok wisata menjadi satu upaya untuk mengakomodasi keberadaan mereka.

” Berbeda dengan hotel, standardisasi sumber daya manusia (SDM) sudah terlatih. Nah karena homestay dikelola langsung oleh masyarakat, sehingga membutuhkan pendampingan agar pelayanan terus ditingkatkan. Karena wisatawan tidur di homestay bersinggungan langsung dengan pemiliknya,” katanya.

Edward juga mengatakan, pemerintah menargetkan pada 2025 nanti, kondisi perekonomian dan ekonomi kreatif kembali normal. Dengan begitu, harapannya pengelola homestay bisa memanfaatkan momentum tersebut dan siap menerima kunjungan wisatawan. Termasuk menerima limpahan kunjungan.

” Kami juga selalu mendorong agar para pengelola homestay memiliki wadah agar memudahkan koordinasi dan komunikasi. Saya tadi sempat tanya kepada peserta. Memang wadah (pengelola homestay) untuk tingkat Kabupaten Magelang belum ada. Apakah nantinya homestay bisa masuk ke PHRI atau tidak,” imbuhnya.

Seperti diketahui kegiatan pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay Atau Pondok Wisataoleh Disparpora Kabupaten Magelang dilakukan selama tiga hari dengan peserta sebanyak 40 orang pengelola homstay dan menghadirkan narasumber dari pemerintahan dan praktisi.(Dharma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *