Kemah Budaya Atsanti Digelar di Borobudur

GemilangNews,MAGELANG – Mewakili Bupati Magelang, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso menyampaikan, Indonesia memiliki banyak keanekaragaman budaya yang meliputi kepercayaan, bahasa, dan adat istiadat. Kebudayaan sendiri menjadi satu unsur penting dalam proses pembangunan sekaligus keberlanjutan suatu bangsa. Sudah sepatutnya, melestarikan dan mewariskan budaya kepada generasi muda, menjadi tanggung jawab bersama sebagai generasi penerus bangsa.

Untuk itu, ia menyambut baik kegiatan Kemah Budaya Atsanti yang di laksanakan oleh Yayasan Atma Nusvantara ini. Melalui penyelenggaraan Kemah Budaya ini, ia berharap dapat memberikan pengalaman sekaligus memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mendalami kearifan lokal dari relief Candi Borobudur, Kebudayaan serta Warisan Budaya lokal yang hidup dan berkembang di Kawasan Borobudur.

“Untuk anak-anakku, Bapak berpesan, jadilah duta budaya di sekolah atau di daerah kalian masing-masing, saling berkolaborasi menjadi pegiat dalam melestarikan budaya melalui teknologi informasi yang berkembang saat ini, demi tetap lestarinya keberagaman budaya nusantara,” ucap Iwan, dalam kegiatan penutupan Kemah Budaya ATSANTI (KBA) 2022, Sabtu (22/10/2022) sore.

Kegiatan yang berlangsung selama 20-23 Oktober di Bhumi Atsanti, Borobudur ini berkomitmen untuk terlibat dalam upaya pemajuan kebudayaan perlu diterjemahkan dalam upaya konkret. Kemah Budaya ATSANTI (KBA) 2022 merupakan sebuah komitmen dan langkah konkret di bidang pemajuan kebudayaan oleh Yayasan Atma Nusvantara Jati yang melanjutkan semangat penyelenggaraan program ATSANTI YOUTH FESTIVAL.

Kemah Budaya Atsanti 2022 terselenggara atas dukungan dana bantuan Fasilitasi Bidang Kebudayaan 2022 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, dari 1.900 lebih proposal 54 proposal termasuk program Kemah Budaya Atsanti mendapatkan kesempatan berharga untuk merealisasikan program inovasi ini.

Kemah Budaya Atsanti diselenggarakan dengan format hybrid yaitu daring pada 1,2,8,9 Oktober dan luring pada 20-23 Oktober di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dengan tema Temu Kenali Kearifan Lokal (sandang, pangan, papan) dari relief Candi Borobudur dan masyarakat di kawasan Borobudur sebagai inspirasi kekinian dan masa depan.

“Salah satu keunikan dari Kemah Budaya Atsanti adalah kepanitiaan yang merupakan kolaborasi dari tim Atsanti Muda, para siswa SMA dari berbagai daerah, guru pendamping dan masyarakat lokal di Borobudur,” lanjutnya.

Tim Panitia Kemah Budaya Atsanti melakukan seleksi terhadap siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) berusia 15-18 tahun dan terpilih 60 siswa dan siswi terbaik dari pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua yang berasal dari berbagai kota/kabupaten seperti Jayapura, Nabire, Medan, Makassar, Pontianak, Denpasar, Yogyakarta, Klaten, Solo, Salatiga, Semarang, Surabaya, Malang, Jombang, Cirebon dan Jabodetabek.

Spirit dan semangat acara yang khas anak muda dan dipadukan dengan pembelajaran interaktif di bidang kebudayaan tetap dipertahankan dalam KBA 2022.

“Atsanti Foundation memberikan penekanan terhadap aktivitas baru bertajuk Praktek Dokumentasi Kebudayaan oleh generasi muda,” imbuh Ketua Yayasan Atma Nusvantara Jati (Atsanti), Nilo Wardani.

Sumber : beritamagelang.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *