GemilangNews,MAGELANG – Kegiatan kolaborasi komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif bertajuk Java Camp 2 digelar secara meriah oleh Generasi Pesona Indonesia (Genpi) di Destinasi Wisata Terasering, Desa Ngargogondo Kecamatan Borobudur, 05 sampai 06/08/2023.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dari berbagai komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif yang dijembatani oleh Genpi dan didukung oleh Kementrian Pariwisata juga Badan Otorita Borobudur.

” Di Kabupaten Magelang ini kami bekerjasama dengan Forum Daya Tarik Wisata (DTW) dalam melaksanakan kegiatan yang kami adakan setiap tahun ini,” kata Siti Chotijah, Ketua Umum Genpi.

Menurutnya berbagai komunitas hadir, bukan hanya dari Jateng dan Yogyakarta namun dari Jatim, Jabar, Banten dan DKI Jakarta dengan total sebanyak 35 komunitas dan total peserta adalah 100 orang.

Dalam kegiatan tersebut turut diadakan workshop kreatif untuk para konten kreator untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas di bidang konten kreasi dan media sosial.

” Diskusi komunitas juga kami lakukan termasuk sharing program dan perencanaan kolaborasi dalam rangka memajukan dunia pariwisata,” lanjutnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan famtrip, menggandeng pelaku wisata di Kabupaten Magelang terutama Borobudur, seperti VW Trip Borobudur, Terasering Borobudur dan Desa Bahasa Borobudur.

” Kami pilih di kawasan Borobudur untuk kegiatan ini karena merupakan Destinasi Super Prioritas dan tentunya banyak sekali konten yang bisa kami angkat disana,” ungkapnya.

Pegiat wisata Desa Ngargogondo Kecamatan Borobudur sekaligus pemilik Desa Bahasa Borobudur, Hani Sutrisno menyambut baik event yang digelar oleh Gendpi di Terasering Borobudur tersebut.

Dirinya merasa terbantu terutama promosi wisata di Desa Ngargogondo.

” Ini kerjasama yang saling menguntungkan. Kami tuan rumah menyajikan yang terbaik, dan mereka (Genpi) dapat leluasa mengeksplornya untuk keperluan promosi wisata,” kata Hani.

Hani berharap, kunjungan pariwisata di sekitar Borobudur tidak hanya mengunjungi Monumen Candi namun juga meluas ke destinasi wisata disekitarnya.

” Seperti dugaan saya, peserta Java Camp pasti protes, karena waktunya kurang, untuk mengeksplor wisata di sekitar Borobudur. Memang tidak cukup hanya satu dua hari saja,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kemenparekraf RI, Badan Otorita Borobudur, Dinas Pariwisata Provinsi Jateng, Bupati Magelang diwakil Kadisdikbud Kabupaten Magelang dan Forum DTW Kabupaten Magelang.(Dharma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Kita lagi ada Program Acara keren sekarang. Gabung yuk lewat WhatsApp!