GemilangNews,MAGELANG – Rekahan tanah terjadi di Dusun Miriombo Wetan Desa Giripurno Kecamatan Borobudur pada Kamis, 01/12/2022 pagi. Dugaan sementara hal tersebut dikarenakan factor hujan yang terjadi dengan intensitas lebat yang melanda perbukitan Menoreh terutama Desa Giripurno.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono saat ditemui di lokasi rekahan tanah mengatakan selain factor hujan, rekahan tanah yang terjadi disebabkan adanya rumpun bambu yang cukup besar dengan kemiringan sekitar 80 derajat.

“Kami kira dua factor inilah yang mengakibatkan rekahan tanah itu terjadi,” kata Edi.

Untuk itu disampaikan Edi, BPBD Kabupaten Magelang melakukan penutupan rekahan tanah tersebut sebagai penanganan sementara. Selain itu, di lokasi rekahan tanah juga dipasang terpal pelindung agar air hujan tidak mengenai rekahan tanah yang dapat mengakibatkan rekahan tanah semakin lebar.

“ Untuk panjang retakan sekitar 20 meter dengan lebar bervariasi kurang lebih 15 cm. Selain itu juga kita upayakan pemotongan bamboo, supaya gerakan angin yang menerpa rumpun bamboo tersebut tidak berakibat pada bertambahnya rekahan tanah,” lanjutnya.

Edi menyampaikan, rekahan tanah tersebut masih memungkinkan mengakibatkan ancaman pada 3 rumah yang berada di sekitarnya salah satunya adalah rumah milik Warto yang terancam mengalami longsor pada samping bangunan rumah.

“ Dengan ditutupnya rekahan dan dipotongnya rumpun bamboo ini, semoga tidak sampai mengakibatkan rekahan yang semakin besar atau longsor. Namun kita perlu waspada jika potensi (longsor) itu tetap ada,” tambahnya.

Untuk itu, Edi berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Magelang yang bertempat tinggal di lereng-lereng bukit untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, mengingat ancaman bencana dapat terjadi sewaktu-waktu terlebih saat ini curah hujan cenderung tinggi.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Kita lagi ada Program Acara keren sekarang. Gabung yuk lewat WhatsApp!