GemilangNews,MAGELANG – Hari Anak Nasional (HAN) adalah perayaan yang diperingati setiap tahun di Indonesia pada tanggal 23 Juli. Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak sebagai bagian dari upaya pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Guna mendukung hal tersebut Pemerintah Kabupaten Magelang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lebih awal menyelenggarakan DoLand Festival di Area Marga Utama Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (12/7/2025).
“Anak – anak merupakan aset berharga bagi bangsa, generasi penerus yang akan menentukan masa depan indonesia dan melanjutkan perjuangan kita untuk mewujudkan cita – cita pembangunan nasional,” terang Bupati Magelang, Grengseng Pamuji dalam sambutannya.
Peringatan hari anak nasional hari ini merupakan momen yang sangat penting untuk mengingatkan akan tanggungjawab besar dalam melindungi dan memenuhi hak hak anak.
“Mereka berhak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang aman, sehat, serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi,” ungkap Grengseng.
Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam mendukung hari anak nasional tingkat Kabupaten Magelang antara lain :
1. Baksos dan sarasehan dalam rangka hari keluarga, hari anak nasional, hari lahir pancasila dan hari lingkungan hidup di Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid
2. Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mendorong ayah untuk lebih aktif terlibat dalam pengasuhan anak, mendampingi remaja, dan berbagi peran bersama pasangan
3. Lomba cipta jingle generasi emas
4. Forum anak goes to school di 16 sekolah tingkat SMP/MTS, SMA, SLB
5. Pelatihan ketrampilan bagi perempuan kepala keluarga.
Guna mendukung program Pemerintah Pusat dan mewujudkan Visi Misi Kabupaten Magelang Yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul Dan Sejahtera (ANYAR GRESS), pada kesempatan ini kami akan meluncurkan program:
1. ANGKUTAN PELAJAR AMAN (APA) sebagai langkah nyata dalam mendukung program penurunan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tinggal di desa dengan kemiskinan ekstrem dengan basis angkutan pedesaan yang sudah ada.
2. Hari Bakti Orangtua merupakan implementasi pendidikan anak dalam keluarga.
Hari bakti orangtua berakar pada nilai–nilai agama, moral dan budaya yang mengajarkan pentingnya penghormatan, kasih sayang, serta rasa syukur terhadap orangtua yang telah membesarkan dan mendidik anak–anak, serta menguatkan filosofi bahwa orangtua dan keluarga sebagai sumber pendidikan dan kehidupan.
3. Penyerahan seragam gratis untuk anak anak sekolah SD, SMP, SMA.
4. Program pemuda berprestasi dengan memberikan bantuan UKT bagi 600 pemuda di tahun 2025.
5. MoU Pemerintah Kabupaten Magelang dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta.
“Saya berharap dapat semakin meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Pusat dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak,” tutup Bupati.(Calista)