Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Dinkes Kabupaten Magelang Lakukan Screening Kesehatan Kepada ASN dan Non Asn

GemilangNews,MAGELANG – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 77, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang melakukan kegiatan Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (DFRPTM) di Intitusi/OPD/Badan di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang. Selain itu juga melayani vaksinasi Covid19, terutama vaksinasi booster bagi seluruh ASN, Non ASN dan masyarakat yang belum tervaksinasi.


” Dalam rangka pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) sesuai amanat Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, kami lakukan pelayanan kesehatan usia produktif pada masyarakat dengan sasaran Usia 15-59 tahun dalam kurun waktu 1 kali dalam setahun, meliputi : pengukuran Tinggi Badan, Berat Badan, Lingkar Perut dan Tekanan Darah, Pemeriksaan Kadar Gula Darah (Sewaktu – Tanpa Puasa), Pemeriksaan Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) dan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), sebagai skrining awal untuk mendeteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim pada wanita yang telah menikah atau memiliki riwayat seksual,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Bela Pinarsi di sela-sela kegiatan Kegiatan DDFRPTM bagi ASN dan non ASN dilingkungan Pemkab Magelang, Senin, 15/08/2022.


Kegiatan DDFRPTM pada hari Senin (15/08) tersebut dilaksanakan di Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan, Bappeda dan Diskominfo Kabupaten Magelang dengan target sasaran sekitar 300 orang terdiri dari ASN dan Non ASN.


” Selain itu juga kami lakukan penyuluhan kesehatan oleh tenaga kesehatan serta melakukan rujukan bila diperlukan,” lanjutnya.


Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh masyarakat usia produktif 15-59 tahun pada Tahun 2022 sebesar 835.714 jiwa, tersebar mulai tingkat Sekolah Menengah Pertama hingga Usia Pekerja. Selain itu dalam SE tersebut, disebutkan salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan Deteksi Dini PTM dengan sasaran Aparatur Sipil Negara (ASN), pekerja formal dan informal, masyarakat umum yang berusia 15 tahun keatas serta pemeriksaan IVA dan sadanis bagi perempuan yang berusia 30-50 tahun yang menikah/pernah berhubungan seksual.


” Kegiatan ini tidak dipungut biaya, dikarenakan adanya dukungan pendanaan dari DAK Fisik Kementerian Kesehatan Tahun 2022 dan BLUD Puskesmas Tahun 2022,” jelasnya.
Bela mengatakan, untuk sasaran Aparatur Sipil Negara (ASN), sudah dilakukan sejak bulan Mei 2022, secara bertahap.


” Harapannya hasil kegiatan ini dapat mencegah terjadinya kasus PTM dan bila ternyata ditemukan faktor resiko PTM dapat dilakukan penatalaksanaan lebih dini, baik penatalaksanaan medis berupa rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama maupun penatalaksanaan non medis lainnya,” harapnya.

Bela Pinarsi mengimbau untuk semua Pegawai Pemda (ASN dn Non ASN) untuk pro aktif dlm kegiatan skrining ini dgn memeriksakan diri sesuai jdwal yg telah ditentukan di OPD masing2.

” Untuk masyarakat umum bisa mendatangi Posbindu atau di Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan skrining PTM ini, sehingga dapat diketahui secara dini faktor risiko yg bsgkutan dn segera dapat di tindaklanjuti,” imbuhnya.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *