Brewbagi Kopi Untuk Cianjur, Cara Unik Peduli Sesama Di Negeri Kahyangan

Klik Disini Untuk Share !

GemilangNews,SAWANGAN – Bencana Gempa Bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur membawa dampak yang luar biasa. Hal tersebut menjadi keprihatian dan pelajaran untuk semua pihak.

Saat ini, berbagai cara dilakukan masyarakat untuk turut berkontribusi membantu korban Gempa Cianjur. Salah satunya dengan upaya penggalangan dana.

Seperti yang diadakan oleh Komunitas Pegiat Kopi Magelang. Komunitas yang terdiri dari pelaku kopi dari lereng Gunung Merbabu tersebut mengadakan penggalangan dana di Destinasi Wisata Negeri Kahyangan bertajuk Brewbagi Kopi Untuk Cianjur.

” Kegiatan penggalangan dana ini inisiatif dari pegiat kopi yang ada di Ketep dan Wonolelo Kecamatan Sawangan. Mereka menjual kopi dengan bayaran seiklasnya,” kata Supri, pengelola Destinasi Wisata Negeri Kahyangan.

Kegiatan itu menurut Supri, dilakukan selama dua hari yaitu 26 hingga 27 November 2022, mengingat pada hari Sabtu dan Minggu pengunjung di Negeri Kahyangan mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

” Pengunjung bisa menikmati kopi hasil budidaya masyarakat dengan membayar seikhlasnya dan hasil pendapatan akan disalurkan kepada korban bencana gempa di cianjur,” lanjutnya.

Dijelaskannya, selain dengan cara menikmati kopi, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam penggalangan bantuan untuk korban Gempa Cianjur berupa uang, pakaian layak pakai, buku, dan sembako.

Negeri Kahyangan dipilih menjadi tempat penggalangan dana karena saat ini salah satu destinasi wisata yang sedang viral di Kabupaten Magelang itu memiliki grafik potensi kunjungan wisatawan yang cukup baik.

” Minat wisatawan saat ini masih tinggi untuk berkunjung di Negeri Kahyangan. Ini yang menjadi alasan pegiat kopi memilih Negeri Kahyangan sebagai tempat kegiatan penggalangan dana,” imbuhnya.

Dalam kegiatan itu Supri berharap, dapat sedikit mengambil peran untuk membantu sesama. Lebih penting daripada itu, dirinya mengajak wisatawan yang berkunjung ke Negeri Kahyangan untuk lebih peduli terhadap sesama. Sehingga selain berwisata, rasa kepedulian dan gotong royong juga tetap terjaga sebagai karakter Bangsa Indonesia.(Din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *