‘Bengung’ Permainan Tradisional Yang Memiliki Harmonisasi Nada Alam

GemilangNews,MAGELANG – Ketika ditanya terkait jenis permainan tradisional, Kabupaten MAgelang ibarat surganya permainan tradisional. Mengapa tidak, di Kabupaten ini masih terdapat banyak sekali jenis permainan tradisional yang masih sering dijumpai.

Salah satu permainan tradisional yang masih dijumpai di Dusun Sodongan, Desa Bumiharjo Kecamatan Borobudur adalah “Bengung” yaitu sebuah alat permainan tradisional yang berasal dari bilah bamboo.

“Bengung ini kategorinya adalah permainan tradisional yang sifatnya adalah bunyi-bunyian alam. Permainan ini juga memanfaatkan bahan alam yaitu bilah bambu,” kata Abet Nugroho, seniman dan pemilik Kampung Dolanan Borobudur, Senin 22/08/2022.

Bengung, menurut Abet merupakan daya kreatifitas anak-anak jaman dahulu yang dapat menciptakan alat permainan yang menghasilkan bunyi dari alam. Dan hal ini perlu upaya untuk melestarikannya.

“nenek moyang kita itu hebat, dapat menciptakan bunyi-bunyian dari alam seperti Bengung ini dan jika disajikan lebih dari satu buah, maka akan tercipta harmonisasi nada yang indah dan syahdu, yang mungkin juga penemuannya tidak disengaja,” lanjutnya,

Dijelaskan Abet, Bengung sendiri terbuat dari bamboo yang dipotong beberapa ruas dan diberikan lubang pada setiap ruas. Didalam ruas tersebut dimasukkan akar bambu yang halus, kemudian diberikan minya tanah dan disulut api dari atas. Maka Bengung dapat menghasilkan suara yang khas dan indah.

“ Besar kecilnya nada yang dihasilkan tergantung dari besar diameter bamboo yang digunakan. Untuk akar bambu yang digunakan adalah akar bamboo yang halus yang masih tertanam di dalam tanah, Kalau akar yang sudah keluar dari tanah gak bias. Tidak akan bisa bunyi,” jelasnya,

Permainan tradisional ini dinamakan Bengung karena diambil dari hasil suara yang dihasilkan. Karena menurut Abet kebanyakan permainan tradisional jaman dahulu, pemberian nama disesuaikan denganhasil dari alat permainan itu sendiri.

“ Hampir mirip dengan suara orang jualan Kue Puthu. Namun Bengung ini suaranya lebih lembut dan nadanya lebih besar,” imbuhnya.

Bengung sendiri menurut Abet masih bisa dijumpai di Dusun Sodongan Desa Bumiharjo Kecamatan Borobudur, salah satunya ketika pembukaan Pasar Budaya Desa Bumiharjo pada Sabtu 20/08/2022 kemarin.

“ Dolanan anak ini menurut saya cukup besar perannya dalam proses pembentukan karakter anak. Untuk itu saya harapkan permainan tradisional ini dapat terus diupayakan untuk lestari. Apapun jamannya kami akan tetap berusaha melestarikannya. Karena spirit dari permainan tradisional ini sangat penting untuk pendidikan karakter anak bangsa,” harapnya.(Dw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *